Pada bulan ini, kita selalu saja menyaksikan media
massa, mal-mal, pusat-pusat hiburan bersibuk-ria berlomba menarik perhatian.
Anak-anak muda berlomba mengucapkan “selamat hari Valentine”, berkirim kartu
dan bunga, saling bertukar pasangan, saling curhat, menyatakan sayang atau
cinta karena anggapan saat itu adalah “hari kasih sayang”.
Kita
mungkin selama ini telah banyak menyaksikan Valentine terjadi di negeri yang
Muslimnya paling banyak ini. Sebenarnya apa Valentine ini?
Rasul
Shallallaahu alaihi wa Salam telah melarang untuk mengikuti tata cara
peribadatan selain Islam: “Barang siapa meniru suatu kaum, maka ia termasuk
dari kaum tersebut.” (HR. At-Tirmidzi). Dan kita sudah hafal pula bahwa
Valentine adalah kebiasaan orang-orang non-Muslim.
Pandangan Ibnul Qayyim Al-Jauziyah
Ibnul
Qayyim Al-Jauziyah rahimahullah berkata, “Memberi selamat atas acara ritual
orang kafir yang khusus bagi mereka, telah disepakati bahwa perbuatan tersebut
haram. Semisal memberi selamat atas hari raya dan puasa mereka, dengan
mengucapkan, “Selamat hari raya!” dan sejenisnya. Bagi yang mengucapkannya,
kalau pun tidak sampai pada kekafiran, paling tidak itu merupakan perbuatan
haram. Karena berarti ia telah memberi selamat atas perbuatan mereka yang
menyekutukan Allah.
Bahkan
perbuatan tersebut lebih besar dosanya di sisi Allah dan lebih dimurkai dari
pada memberi selamat atas perbuatan minum khamar atau membunuh. Banyak orang
yang kurang mengerti agama terjerumus dalam suatu perbuatan tanpa menyadari
buruknya perbuatan tersebut. Seperti orang yang memberi selamat kepada orang
lain atas perbuatan maksiat, bid’ah atau kekufuran maka ia telah menyiapkan
diri untuk mendapatkan kemarahan dan kemurkaan Allah.”
Sejarah dan Latar Belakang
Valentine
Sekadar mengingatkan saja jika Valentine itu budaya
turun-termurun dari nenek moyang orang Barat. Pada awalnya orang-orang Romawi
merayakan hari besar mereka yang jatuh pada tanggal 15 Februari yang diberi
nama Lupercalia. Peringatan ini adalah sebagai penghormatan kepada Juno (Tuhan
wanita dan perkawinan) serta Pan (Tuhan dari alam ini) seperti apa yang mereka
percayai. Setelah penyebaran agama Kristen, para pemuka gereja mencoba
memberikan pengertian ajaran Kristen terhadap para pemuja berhala itu. Pada tahun
496 Masehi, Paus Gelasius (Pope Gelasius) mengganti peringatan Lupercalia itu
menjadi Saint Valentine’s Day, yaitu Hari Kasih Sayang Untuk Orang-Orang Suci.
Dalam
sejarah perayaan Valentine, para ahli sejarah tidak setuju dengan adanya upaya
untuk menghubungkan hal itu dengan St. Valentine, seorang pendeta yang hidup di
Roma pada tahun 200 masehi, di bawah kekuasaan Kaisar Claudius II. St.
Valentine ini pernah ditangkap oleh orang-orang Romawi dan dimasukkan ke dalam
penjara, karena dituduh membantu satu pihak untuk memusuhi dan menentang
Kaisar. St. Valentine ini berhasil ditangkap pada akhir tahun 270 masehi.
Kemudian orang-orang Romawi memenggal kepalanya di Palatine Hill (Bukit
Palatine) dekat altar Juno.
Dalam
kaitannya dengan acara Valentine’s Day, banyak pula orang mengkaitkan dengan
St. Valentine yang lain. St. Valentine ini adalah seorang bishop (pendeta) di
Terni, satu tempat sekitar 60 mil dari Roma. Iapun dikejar-kejar karena
memengaruhi beberapa keluarga Romawi dan memasukkan mereka ke dalam agama
Kristen. Kemudian ia dipancung di Roma sekitar tahun 273 masehi. Sebelum
kepalanya dipenggal, bishop itu mengirim surat kepada para putri
penjaga-penjaga penjara dengan mendoakan semoga bisa melihat dan mendapat kasih
sayang Tuhan dan kasih sayang manusia. “Dari Valentinemu” demikian tulis
Valentine pada akhir suratnya itu. Surat itu tertanggal 14 Februari 270 M.
sehingga tanggal tersebut ditetapkan sebagai Valentine’s Day atau Hari Kasih
Sayang. Nah, jelaskan?
Valentine: Lubang Biawak Untuk
Orang Islam
Kita
sekarang melihat bahwa Valentine ini dijadikan begitu spesial oleh orang-orang
di sekeliling kita. Diriwayatkan dari Abu Said al-Khudri r.a bahwa Rasulullah
Muhammad saw bersabda: “Kamu akan mengikuti sunnah (kebiasaan) orang-orang
sebelum kamu sejengkal demi sejengkal, sehasta demi sehasta. Sehinggakan mereka
masuk ke dalam lubang biawak (buaya) kamu tetap mengikuti mereka. Kami
bertanya: Wahai Rasulullah, apakah yang kamu maksudkan itu adalah
orang-orang Yahudi dan orang-orang Nasrani? Baginda bersabda: Kalau
bukan mereka, siapa lagi?” (HR. Bukhori dan Muslim).
Notes:
Valentine selalu diidentikan dengan malaikat kecil bersayap yang membawa panah cinta. Malaikat itu bernama Cupid (berarti: The Desire). Konon, menurut kabar burung dari negeri dongeng, ia adalah putra Nimrod “the hunter” Dewa Matahari. Cupid disebut juga Tuhan Cinta, karena ia rupawan sehingga diburu wanita bahkan ia pun berzina dengan ibunya sendiri! Naudzubillahimindzalik! (sa/ind/berbagaisumber)
Valentine selalu diidentikan dengan malaikat kecil bersayap yang membawa panah cinta. Malaikat itu bernama Cupid (berarti: The Desire). Konon, menurut kabar burung dari negeri dongeng, ia adalah putra Nimrod “the hunter” Dewa Matahari. Cupid disebut juga Tuhan Cinta, karena ia rupawan sehingga diburu wanita bahkan ia pun berzina dengan ibunya sendiri! Naudzubillahimindzalik! (sa/ind/berbagaisumber)
sumber : eramuslim.com
Tidak ada komentar:
Posting Komentar